TANPA ALASAN

Meminta maaf memang merupakan salah satu akhlak mulia. Tapi kali ini situasinya berbeda. Lebih baik menunda meminta maaf daripada harus menyakiti orang lain dengan kenyataan pahit yang harus diungkapkan. Kalaupun ingin mengucapkan maaf, ucapkan tanpa harus memberi tahu alasannya. Biar alasannya menyusul. Hanya tak ingin menambah beban pikiran mereka. Cukup aku dan kesalahanku. Cukup aku dengan kibasan cambuk di punggungku yang memacu langkah untuk memperbaiki diri di kesempatan selanjutnya. Cukup aku. Biarkan aku menghukum diriku.

Mereka tidak pernah memaksa ku dengan apapun. Begitu pun aku yang tidak pernah memaksa Tuhan untuk hal itu. Bukan karena tak yakin bahwa Tuhan akan kabulkan, tapi naif sekali rasanya bila aku meminta hal yang sesaat. Aku malu pada Tuhan. Mungkin apresiasi manusia akan selalu mengalir bila aku mampu memperoleh hal itu. Lalu selanjutnya untuk apa? Hanya menambah kegilaan semata. Bagiku itu hanya kebahagiaan semu bila tanpa berkah menyertainya. Tuhan, Kau melihat setiap prosesnya, tulus hatiku hanya Kau yang mampu menilainya. Tuhan, aku tak meminta hal yang sama seperti kebanyakan orang lain. Bagiku cukup berkah dan ridha-Mu senantiasa tercurah dalam waktu dan ilmuku. Aku ingin istimewa di hadapanMu, meski seisi dunia menganggap aku dungu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s